Selasa, 08 Juni 2010

MAKALAH RAMADHAN


RAMADHAN

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam
Dosen. Syarif Hidayat, S.Pd.








Nama              : TUTI KUSNIATI
Nim                 : 0804097
Kelas               : BAHASA INDONESIA 2
Semester         : 5





UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PROGRAM S 1 PGSD “DUAL MODES”
KAMPUS TASIKMALAYA
2008-2009
KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohiim
Terlebih dahulu penulis panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta ridho-Nya hingga makalah ini dapat terselesaikan dengan membahas tentang RAMADHAN.
Sholawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjunan alam yakni Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa rahmat manusia menuju jalan kebenaran dan diridhoi Allah SWT. Adapun disusunnya makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya.
Penulis banyak mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah SPAI dan pihak lain yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini kurang begitu cukup untuk dikatakan sempurna, maka apabila dalam penulisan makalah ini ada kekurangan baik kata-kata, penyusunan dan penulisan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Akhirnya, hanya kepada Allah SWT kita kembali, semoga kita semua selalu dalam lindungan dan ridho-Nya, Amin.

Cipaku,  Nopember 2008

Penulis,







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................        i
DAFTAR ISI .....................................................................................................       ii
BAB I       PENDAHULUAN ..........................................................................       1
                  1.1       Latar Belakang .....................................................................       1
                  1.2       Rumusan Masalah ................................................................       2
                  1.3       Tujuan ..................................................................................       2
BAB II      PEMBAHASAN..............................................................................       3
                  2.1       Keistimewaan Ramadhan ....................................................       3
                  2.2       Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan ............................       4
                  2.3       Kiat Menghidupkan Ramadhan ...........................................       7
                  2.4       Amaliyah Pasca Ramadhan .................................................       9
BAB III    KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................      10
                  3.1       Kesimpulan ..........................................................................      10
                  3.2       Saran ....................................................................................      12
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................      13















BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
                        Ramadhan merupakan hadiah dari Allah untuk orang-orang beriman selama satu bulan dalam setahun. Hadiah Rabaniyah agar derajat dan kualitas kemanusiaan mereka meningkat sehingga menjadi orang-orang yang bertaqwa. Dengan datangnya bulan Ramadahan, Allah SWT memberikan tambahan gizi kekuatan iman dan ruhiyah, sehingga posisi mereka meningkat naik melebihi permasalahan yang dihadapinya. Maka dalam suasana keimanan dan Ruhiyah yang kuat umat Islam dapat sukses mengatasi permasalahan hidupnya.
Faktor permasalahan internal umat Islam muncul ketika mereka menuruti hawa nafsu dan tarikan-tarikan syahwat keduniaan. Sementara  faktor permasalahan eksternal umat Islam datang dari orang-orang kafir yang melakukan konspirasi dan makar terhadap mereka.
Ramadhan datang bukan untuk membuat umat Islam lemah, lesu dan takut, karena melaksanakan Shaum, Tilawah Al-Qur’an, dan Tarawih. Tetapi Ramadhan datang untuk membuat umat Islam lebih kuat, bersemangat, berani dan berjihad membebaskan dominasi musuh-musuhnya baik musuh internal maupun musuh eksternal.
Momentum tahunan Ramadhan harus dipersiapkan umat Islam dengan sebaik-baiknya sehingga visi Ramadhan dapat tercapai yaitu terealisasinya ketaqwaan. Dengan ketaqwaan inilah yang melahirkan keberkahan dari langit dan bumi, pembuka pintu rahmat Allah SWT dan jalan keluar dan solusi atas segala krisis multi dimensional.


1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengutamakan rumusan masalah sebagai berikut:
a.       Apa keistimewaan bulan Ramadhan?
b.      Peristiwa apa saja yang terjadi pada bulan Ramadhan?
c.       Bagaimana cara menghidupkan Ramadhan?
d.      Amaliyah apa saja yang dilakukan pasca Ramadhan?

1.3       Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pencerahan wawasan ke-Islaman yang utuh tentang Ramadhan dengan segala kaitannya dan meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Keistimewaan Ramadhan
a.       Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan pembeda antara yang hak dan yang bathil.
Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 185.
ãöky­ tb$ŸÒtBu üÏ%©!$# tAÌRé& ÏmŠÏù ãb#uäöà)ø9$# Wèd Ĩ$¨Y=Ïj9 ;M»oYÉit/ur z`ÏiB 3yßgø9$# Èb$s%öàÿø9$#u  (ﺍﻠﺒﻘﺮﺓ ۱۸۵)
Artinya:  Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang hak dan yang bathil.

b.      Pada bulan ini tedapat Lailatul Qodar (Malam Mulia) yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, malam dimana pintu-pintu langit terbuka, do’a dikabulkan.
Nabi SAW bersabda:
ﻤﻦﻗﺎﻢﻠﻴﻠﺔﺍﻠﻗﺪﺮﺍﻴﻤﺎﻨﺎﻮﺍﺣﺗﺴﺎﺒﺎﻏﻔﺮﺍﷲﻠﻪﻤﺎﺗﻘﺪﻢ
ﻤﻦﺬﻨﺒﻪ(ﻤﺗﻔﻕﻋﻠﻴﻪ)
Artinya:
Barang siapa mendirikan sholat pada lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim).
c.       Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para setan diikat.
d.      Sabda Nabi SAW yang artinya:
Pada bulan Ramadhan umatku diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada Nabi sebelumku.
·         Dimalam pertama bulan Ramadhan Allah memandang mereka.
·         Bau mulut mereka di sore hari lebih harum disisi Allah dari pada aroma kesturi.
·         Para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka siang dan malam.
·         Allah menyuruh surga-Nya dengan berfirman
“Bersiap-siaplah dan berhiaslah untuk hamba-hambaku, hampir tiba saatnya mereka istirahat dari keletihan dunia dan beralih menuju sisiku dan kemuliaanku”.
·         Pada malam terakhir bulan Ramadhan Allah mengampuni mereka semua.

2.2     Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan
v  17 Ramadhan tahun pertama kenabian.
Awal mula turunnya rangkaian wahyu dari langit kepada Rasululloh SAW. Firman itu menjadi sebuah kitab suci terakhir bagi umat Islam dan manusia secara umum, karena tidak akan diturunkan lagi kitab suci sesudahnya.
v  17 Ramadhan 2 H/13 Maret 623 M.
Kemenangan umat Islam dalam perang Badar Raya. Peristiwa ini merupakan tonggak eksistensi bagi da’wah Islam dan bukti kekuatan umatnya yang lebih dari 13 tahun ditindas oleh Musyrikin Quraisy.


v  10 Ramadhan 8 H / 1 Januari 630 M.
Rasululloh SAW dan para sahabat nulai bergerak dari Madinah ke kota Mekkah untuk melaksanakan pembebasan kota Mekkah pada tahun ke-8 H.
v  26 Ramadhan 9 H / 5 Januari 631 M
Rasululloh SAW kembali dari perang Tabuk. Pada saat itu terjadi peristiwa diboikotnya Kaab bin Malik dan dua orang temannya.
v  18 Ramadhan 21 H / 20 Agustus 642 M.
Wafatnya pahlawan Islam yang gagah berani Khalid bin Walid. Beliau bergelar “Pedang Alloh yang Terhunus”, beliau meninggal dalam peperangan dan jihad di jalan Alloh SWT.
v  17 Ramadhan 40 H / 12 Agustus 660 M.
Syahidnya khlifah terakhir dari 4 orang Khulafaur-Rasyidin, Ali bi Abi Thalib. Beliau dikenal pemuda yang gagah dan pemberani, fasih berbahasa dan luas ilmunya.
v  4 Ramadhan 65 H / 4 November 683 M.
Wafatnya Marwan bin Al-Hakam, pendiri Daulah Umayah kedua. Salah seorang tokoh penaklukan Islam di berbagai peradaban dunia.
v  8 Ramadhan 83 H / 5 Oktober 702 M.
Lahirnya Imam Ja’far As-Shadiq, salah seorang ulama dari kalangan Tabi’in dan seorang imam mujtahid.
v  28 Ramadhan 92 H / 18 Juli 711 M.
Panglima Thariq bin Ziad berhasil mengalahkan lawannya dalam perang Syazunah. Kemenangan ini babak baru masuknya Islam ke Spanyol.
v  21 Ramadhan 95 H / 9 Juni 714 M.
Wafatnya Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi, beliau seorang petinggi Daulah Umayah dan tokoh dalam sejarah Islam.


v  17 Ramadhan 218 H / 12 Agustus 838 M.
Umat Islam menetapkan kemenangan atas Byzantium dalam perang Amoria dibawah kepemimpinan Khalifah Al-Mitashimbillah.
v  30 Ramadhan 256 H / 31 Agustus 869 M.
Imam Bukhori tokoh terbesar dalam ilmu hadis meninggal dunia. Beliau sering disebut sebagai “Amirul Mukminin dan Imamul Muhaddisin”.
v  22 Ramadhan 273 H / 20 Februari 886 M.
Wafatnya seorang Muhaddits terkenal, Ibnu Majah. Beliau penyusun kitab keenam kitab utama dalam rujukan hatits-hadits Nabawi.
v  9 Ramadhan 297 H / 22 Mei 910 M.
Wafatnya tokoh ulama dari Mazhab Zhahiri Muhammad bin Daud bin Ali Az-Zhahiri. Beliau termasuk tokoh fiqih ketiga Hijriyah.
v  7 Ramadhan 361 H / 22 Juni 971 M.
Mesjid Al-Azhar di Mesir dibuka kembali oleh Jauhar Ash-Shaqli setelah ditutup beberapa tahun. Semenjak itu Al-Azhar menjadi tonggak penyebaran ilmu-ilmu ke-Islaman di dunia Islam.
v  30 Ramadhan 384 H / 7 November 994 M.
Lahirnya Ibnu Hazm, seorang imam besar dan tokoh ulama di abad ke-5 H. Beliau seorang faqih dalam cabang ilmu seperti: fiqih, tarikh, perbandingan agama.
v  25 Ramadhan 544 H / 26 Januari 1150 M.
Lahirnya tokoh Mufassir kenamaan Fakhrudin Ar-Razi. Beliau menyusun kitab tafsir yang berjudul "Mafatihul Ghaib".
v  25 Ramadhan 658 H / 3 September 1260.
Umat Islam mencatat kemenangan dalam pertempuran dahsyat pada perang Ain Jalut di Palestina. Perang ini berhasil mempertahankan peradaban Islam dari kehancuran.


v  5 Ramadhan 666 H / 9 Mei 1268 M
Umat Islam berhasil merebut kembali kota Antokia dari tangan penguasa salibis setelah dikuasai selama 170 tahun.

2.3     Kiat Menghidupkan Ramadhan
v  Shiyam (puasa).
Shaum atau syiam bermakna menahan, dan menahan itulah sktivitas inti dari puasa. Menahan makan dan minum serta segala macam yang membatalkannya dari terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan diiringi niat, serta mampu mengendalikan diri dari segala hal yang diharamkan Alloh.
Hikmah dan manfaat puasa:
·           Aspek kejiwaan.
Puasa membiasakan kesabaran, menguatkan kemampuan dan membantu untuk menguasai diri serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri.
Taqwa merupakan hikmah puasa yang paling utama.
Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak adam.
·           Aspek sosial.
Puasa membiasakan umat berlaku disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan.
·           Aspek kesehatan.
Puasa dapat membersihkan dan memperbaiki kerja pencernaan seperti usus, lambung, perut, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak diperut.
            FALSAFAH DAN RAHASIA PUASA
Ø  Menguatkan iman.
Ø  Mendidik kemauan.
Ø  Menyehatkan badan.
Ø  Mengenal nilai kenikmatan.
Ø  Merasakan penderitaan orang lain.
v  Tidak berbuka tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat Islam.
Seorang muslim berbuka tanpa alasan syar'i maka ia telah melakukan dosa besar, karena puasa Ramadhan adalah salah satu dari rukun Islam.
v  Bersahur.
Makan pada waktu sahur adalah berkah, bagi orang yang hendak berpuasa disunahkan untuk makan sahur pada saat sebelum tiba waktu subuh.
v  Ifthar.
Menyegerakan berbuka puasa ketika waktu magrib telah tiba.
v  Berdo'a.
Rasululloh mensyari'atkan agar orang-orang yang berpuasa banyak memanjatkan do'a, sebab do'a mereka akan dikabulakan oleh Alloh.
v  Berinteraksi dengan Al-Qur'an.
Pada bulan Ramadhan umat Islam benar-benar berinteraksi dengan Al-Qur'an untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk Al-Qur'an.
v  Qiyam Ramadhan (shalat tarawih).
Ibadah yang sangat ditekan Rasululloh SAW di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan yang diisi dengan shalat malam dan trawih.
v  Memperbanyak dzikir, do'a dan istigfar.
Aktifitas yang sangat penting dan berbobot tinggi namun ringan dilakukan oleh umat Islam adalah memperbanyak dzikir do'a dan istigfar. Do'a orang yang berpuasa sangat mustajab, maka perbanyaklah do'a untuk kebaikan dirinya dan umat Islam yang lain.


v  Umroh.
Umroh pada bulan rmadhan sangat baik. Rasululloh SAW bersabda yang artinya : "Umroh dibulan Ramadhan sama dengan Haji atau Haji bersamaku".
v  I'tikaf.
I'tikaf adalah puncak ibadah dibulan Ramadhan. Karena pada hakekatnya inti ibadah Ramadhan adalah upaya menahan diri dari makan dan minum dan segala sesuatu yang membatalkannya di siang hari dengan harapan dapat menahan diri dari segala yang diharamkan Allah.
v  Mencari Lailatul Qodar.
Malam kemuliaan itu waktunya dirahasiakan Allah SWT oleh karena itu rasululloh menganjurkan untuk mencarinya. Untuk meraih Lailaitul Qodar terutama pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

2.4       Amaliyah Pasca Ramadhan
v  Zakat Fitrah.
Zakat fitarah adalah zakat yang disyariatkan dengan berakhirnya bulan Ramadhan sebagai pembersih dari hal-hal yang mengotori shaum dan santunan yang mencukupi fakir miskin di hari Raya Fitri.
v  Takbiran di Hari Iedul fitri.
Takbiran pada Iedul Fitri merupakan Taqorrub pada Allah SWT sebagai rasa syukur atas nikmat dan petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.
v  Hari Raya Iedul Fitri.
Hari Raya Iedul Fitri adalah saat-saat umat Islam mensyukuri atas kesuksesan mereka melaksanakan ibadah Ramadhan. Hari berbahagia dan bersuka cita, mereka berhasil menyempurnakan ibadahnya dan memperoleh pahala amalnya untuk mendapatkan anugrah dan ampunan-Nya.


v  Shalat Hari Raya Iedul Fitri.
Shalat hari raya Iedul Fitri hukumnya Sunnah Muaqqadah, sebagian Ulama mengatakan fardu kifayah dan sebagian lain mengatakan Fardhu 'ain.
v  Silaturrahmi, Halal Bil Halal dan Ziarah.
Silaturrahmi adalah upaya seorang muslim untuk menyambung tali kerabat dengan memberikan kebaikan dan menolak keburukan dengan potensi yang dimiliki.
Halal Bil halal dilakukan dalam suatu acara pertemuan yang menghadirkan keluarga besar, tetangga, sahabat dan handai tolan.
Ziarah yang terkait saat Iedul Fitri adalah ziarah pada kaum muslimin yang masih hidup baik yang memiliki hubungan kerabat atau tidak.
v  Puasa Enam Hari di Bulan Syawal.
Filosofi puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan sama dengan puasa setahun, karena setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipatnya.













BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1    Kesimpulan
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ibadah yang dilakukan oleh orang-orang beriman selama sebulan. Ibadah Ramadhan yang kita lakukan harus dapat merubah dan memberikan Output yang positif. Perubahan pribadi, keluarga, masyarakat dan perubahan sebuah bangsa.
Keistimewaan Ramadhan diantaranya:
1.      Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
2.      Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia).
3.      Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka dan pintu Neraka ditutup.
4.      Pada bulan ini banyak berkah dan kebaikan.
Peristiwa bersejarah di bulan Ramadhan:
1.      17 Ramadhan tahun pertama kenabian.
2.      17 ramadhan 2 H/13 Maret 623 M
3.      10 Ramadhan 8 H/1 Januari 630 M
4.      26 Ramadhan 9 H/5 Januari 631 M
5.      18 Ramadhan 21 H/20 Agustus 642 M
6.      17 Ranadhan 40 H/12 Agustus 660 M
7.      4 Ramadhan 65 H/14 Nopember 683 M
8.      8  Ramadhan 83 H/5 Oktober 702 M
9.      28 Ramadhan 92 H/18 Juli 711 M
10.  21 Ramadhan 95 H/9 Juni 714 M
11.  17 Ramadhan 218 H/ 12 Agustus 838 M
12.  30 Ramadhan 256 H/ 31 Agustus 869 M
13.  22 Ramadhan 273 H/20 Pebruari 886 M
14.  9 Ramadhan 297 H/22 Mei 910 M
15.  7 Ramadhan 361 H/22 Juni 971 M
16.  30 Ramadhan 384 H/7 Nopember 994 M
17.  25 Ramadhan 544 H/26 Januari 1150 M
18.  25 Ramadhan 658 H/3 September 1260 M
19.  5 Ramadhan 666 H/19 Mei 1268 M
Menghidupkan bulan Ramadhan dengan cara:
v  Shiyam (puasa).
v  Tidak berbuka tanpa alasan yang tepat.
v  Bersahur.
v  Ifthar.
v  Berdo'a.
v  Berinteraksi dengan Al-Qur'an.
v  Qiyam Ramadhan (Sholat Tarawih).
v  Memperbanyak do'a, dzikir dan istigfar.
v  Umroh.
v  I'tikap.
v  Mencari Lailatul Qodar.
Amaliyah pasca Ramadhan:
v  Zakat fitrah.
v  Takbiran dihari Idul Fitri.
v  Hari Raya Idul Fitri.
v  Sholat Hari Raya Idul Fitri.
v  Silaturrahmi, halal bil halal dan ziarah.
v  Puasa enam hari dibulan Syawal.


3.2    Saran
Kepada seluruh umat Islam mari kita sambut Ramadhan yang akan datang dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, karena semua manfaat itu akan mengkrucut menjadi satu yaitu tercapainya Visi Ramadhan, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an.
ööNä3ª=yès9 tbqà)­Gs?
"Semoga kamu bertaqwa" Wallahu A'lam Bishawaab.



















DAFTAR PUSTAKA

DR. Salim Segaf AlJufri, MA. Kajian Komprehensif tentang Ramadhan. Syari'ah Consulting Center (SCC) Jakarta 2004.

1 komentar: